pipe

 PERHITUNGAN SISTEM PIPA
( PIPING SYSTEM )
A. Umum
Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang menghubungkan titik dimana fluida disimpan ke titik pengeluaran semua pipa baik untuk memindahkan tenaga atau pemompaan harus dipertimbangkan secara teliti karena keamanan dari sebuah kapal akan tergantung pada susunan perpipaan seperti halnya pada perlengkapan kapal lainnya.

B Bahan Pipa
Pemilihan bahan pipa untuk sistem perpipaan dalam kapal harus memperhatikan peraturan-peraturan dari Biro Klasifikasi Indonesia antara lain :

 B.1. Seamless Drawing Stell Pipe (Pipa baja tanpa sambungan)
Pipa ini digunakan untuk semua penggunaan dan dibutuhkan untuk pipa tekan pada sistem bahan bakar dan untuk sistem pipa pengeluaran, bahan bakar dari pompa injeksi bahan bakar.

B.2. Seamless Brown Pipe (Pipa dari tembaga/kuningan)
Pipa jenis ini tidak boleh digunakan pada temperatur lebih dari 406OF dan tidak boleh digunakan pada super heated (uap dan panas lanjut).

>> B.3. Lap Welded Electric Resistence Welded Stell Pipe
Pipa jenis ini tidak diijinkan untuk digunakan dalam sistem di mana tekanan kerja melampaui 350 Psi atau pada temperatur di mana sistem yang dibutuhkan pipa tekanan tanpa sambungan.

 B.4. Pipa dari Timah Hitam
Pipa ini dilindungi terhadap kerusakan mekanis maka dapat digunakan untuk supply air laut, dapat juga untuk saluran sistem bilga, kecuali dalam ruangan yang kemungkinan mudah terkena api sehingga dapat melebar dan merusak sistem bilga.

 B.5. Pipa dari Baja Tempa atau Besi Kuningan (besi tempa)
Pipa jenis ini digunakan untuk semua pipa bahan bakar minyak lumas.

B.6. Pipa Galvanis
Pipa jenis ini digunakan untuk supplai air laut (sistem Ballast dan Bilga).

C. Ukuran Pipa
C.1 Pipa Schedule 40
Pipa ini dilindungi terhadap kerusakan mekanis yaitu perlindungan menyeluruh dengan sistem galvanis. Dengan sistem perlindungan tersebut maka pipa dapat digunakan untuk suplai air laut, dapat juga untuk saluran sistem bilga, kecuali dalam ruangan yang kemungkinan mudah terkena api sehingga dapat melebar dan merusak sistem bilga.

C.2 Pipa Schedule 80 – 120
Pipa jenis ini diisyaratkan mempunyai ketebalan yang lebih tebal dibandingkan dengan jenis pipa yang lain. Dalam penggunaan pipa schedule 80 – 120 dapat difungsikan sebagai pipa hidrolis yaitu pipa dengan aliran fluida bertekanan tinggi.

C.3 Ukuran Pipa Berdasarkan Kapasitas Tangki (BKI 2006 Sec 11 N 31)
Seperti yang terdapat pada tabel 6.1 berikut ini :




C.4 Ukuran Pipa Berdasarkan JIS (Japan International Standart)
Ukuran pipa yang ditetapkan oleh JIS (Japan International Standart) terdapat pada tabel 6.2.

D. Macam-Macam Katup
D.1. Butterfly Valve
Katup untuk membuka dan menutup fluida, dan mengontrol kebutuhan fluida. Katup ini mudah dalam pengoperasiannya dan harganya murah.
 

Gambar 6.7. Butterfly valve

 D.2. Reducing Valve
Reducing valve merupakan katup yang paling berbeda dengan katup-katup lainnya, karena katup ini memiliki fungsi untuk mengontrol tekanan fluida.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger